Inspirasi Kauny

There’s a Light in the Dark

1. Halo, namaku Isti. Lebih tepatnya, Isti Adzah Tri Putri. Tapi, panggil Isti saja jika kepanjangan. Hehehe.

Umurku masih 13 tahun, dan tinggal di Bangka Belitung. Jika kalian sedang liburan, bermainlah ke Bangka Belitung. Kami memiliki pantai terbaik sepanjang masa.

Hidupku sebenarnya cukup menyenangkan, sampai suatu hari Abi memutuskan untuk menghembuskan nafas terakhirnya.

2. Setelah Abi meninggal, dunia terasa gelap. My world is collapsed, so did I.

Kematian Abi memberikan pengaruh yang cukup besar bagiku dan juga kehidupan beragamaku. Aku tidak tahu, yang kurasakan saat itu hanyalah perasaan kesal yang bergemuruh di dalam diriku karena Allah memutuskan bahwa Abi terlalu baik untuk dunia dan membawanya kembali ke dalam rengkuhan-Nya.

Caraku bersenang-senang bahkan mulai berubah dengan sendirinya. Aku mulai berkelana mencari teman, dari satu kelompok pertemanan hingga pergaulan bebas yang sedang marak. Aku juga bingung, hatiku juga resah. Berdiam diri di rumah hanya memberikan nostalgia tentang kenangan Abi. Abi yang pergi dan tidak kembali.

Aku muak, segala hal terasa memilukan. Allah jauh dariku, bahkan Alquran pun sudah tidak ada di dalam hatiku. Doa-doa untuk Abi yang ku semogakan juga hanya surah Al-Fatihah. Persetan dengan Tuhan, pikirku. Toh kehidupan dan Ia juga memperlakukanku dengan buruk.

3. Tolong jaga cerita ini, aku mohon. Aku sudah berbaik hati untuk membocorkan kepada kalian tentang bagaimana kehidupan memperlakukanku. Jadi berjanjilah.

4. Abi tidak hanya meninggalkan pilu, juga tumpukkan utang-utang yang menggunung dengan rumah sebagai jaminannya.

Ah, tapi tidak usah membicarakan itu. Biar Allah yang mengatur ke mana kami akan pergi. Umi pun banyak pikiran pada saat itu, ditambah dengan sifat dan perbuatanku yang sudah mulai menyimpang jalan.

Pulang saat matahari terbenam, tidur saat dini hari sebelum bangun dan pergi kembali. Lelaki dan kehidupan percintaan, menjadi satu-satunya hiburan yang tersisa.

Balasan demi balasan ku lontarkan kepada Umi, menunjukkan bahwa aku tidak setuju dengan argumentasinya yang selalu mengingatkanku akan keberadaan Allah

5. Kurasa Umi mulai lelah dengan absensiku menunaikan sholat lima waktu dan frekuensi membaca Alquran, terbukti dengan aku yang berakhir pada sebuah pesantren.

Tidak, bukan Askar Kauny, belum. Sayangnya, pesantren tersebut tidak dapat menghancurkan batu yang menyelimuti diriku, hanya berhasil meretakkannya, itu pun hanya retakan kecil. Lihat sisi bagusnya, hubungan percintaanku masih berlanjut bahkan saat aku menginjakkan kakiku di sana.

6. Umiku yang tercinta, sosok wanita yang enggan menyerah. Aku pun berganti haluan, resmi menjadi murid Askar Kauny pada bulan September lalu. Dan, oh¸wow.

Siapa sangka Isti yang dahulu berkeliaran mencari jati dirinya dan rutin berpacaran, sekarang menjadi seseorang yang tidak menyukai konotasi kata ‘pacar’?

Siapa sangka Isti yang tidak pernah satu pendapat dengan Umi, sekarang kehilangan alasan untuk tidak menaati perintahnya?

Siapa sangka aku akan berubah?
Allah, istiqomahkan aku dijalanku yang sekarang.

7. Aku mulai mencintai Alquran. Aku janji tidak akan meninggalkan Askar Kauny, yah kecuali jika untuk menggali ilmu lebih dalam. Mimpiku adalah menjadi dokter dengan lulusan cum laude di Turki, menjadi penghafal Alquran 30 juz, menjadi keluarga Alquran, bersatu padu dengan Allah.

Hehehe, kalian doakan Isti ya. Biar Isti aminkan juga mimpi-mimpi kalian yang bergantung di setiap bintang dan konstelasi. Kemarilah, kalian yang merasa hidupnya diselimuti kegelapan. Genggam tanganku dan bersama mari kita cari cahaya yang tersembunyi.

Karena, even the stars can’t shine without darkness.

Isti, adalah salah satu santri yatim Askar Kauny, ia berhasil meraih juara satu dalam lomba Tahfizhul Quran antar santri Askar Kauny, yang digelar dalam acara Wisuda Akbar Askar Kauny di Baytul Quran Taman Mini

diceritakan oleh Isti.

ditulis ulang oleh KenKarein

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *