Kabar Kauny

Seberat 30 kg

Alquran adalah rahmat bagi semesta alam. Tidak hanya manusia, semua makhluk pun menyukainya.

Alquran adalah obat. Ia pun cahaya hidup. Pedoman dalam menyusur jalan yang lurus. Pembela dan pemberi pertolongan di hari kiamat. Penentram jiwa. Penghilang resah dan gelisah.

Miliaran manusia telah merasakan mukjizatnya. Pertolongan Allah begitu nyata bagi mereka yang mengakrabkan diri dengan Alquran. Maka alangkah sayang bila kita tidak merasakan keindahannya.

Siang itu saya tengah menghadiri sebuah acara tausiyah. Di dalamnya ada hiburan nasyid yang dinyanyikan oleh sebuah grup nasyid yang bukan biasa. Ibnu Ummi Maktum Voice, bila tak salah saya mengingatnya. Para munsyid (pelantun nasyid) yang tampil adalah mereka yang Allah beri kelebihan tuna netra.

Suara mereka terdengar bening dan nasyid yang mereka tampilkan pun menggugah rasa. Hingga saat kami tertegun dengan penampilannya, maka sang vokalis memperkenalkan diri dan memberitahukan bahwa lirik-lirik nasyid yang mereka tampilkan berasal dari inspirasi Alquran.

Sampai tahap ini kami biasa saja menanggapinya. Namun tahukah Anda apa yang membuat kami seisi ruangan tertegun?!

Vokalis nasyid tersebut menginfokan bahwa inspirasi nasyid yang mereka dapatkan dari Alquran itu karena dari tilawah Alquran dengan Alquran versi braille. Ya, huruf braille!

Mereka jelaskan bahwa mereka gemar sekali tilawah dengan Alquran braille tersebut, dan meminta hadirin untuk berdonasi agar mereka bisa mendapatkan Alquran braille itu yang tidak murah harganya.

Sang vokalis kemudian menunjukkan Alquran braille yang ada di tangannya. terlihat amat tebal dan beliau katakan bahwa itu pun baru 1 juz saja, bukan 30. Sedangkan 1 juznya berkisar 1 kg beratnya.

Maka inilah kalimat yang menohok kami semua dari mulut sang vokalis, “Kami semua merasa iri kepada para hadirin di ruangan ini yang memiliki mata sempurna dan bisa membaca Alquran. Anda bisa menikmati Alquran dalam bentuk yang Anda suka. Bahkan kalian semua bisa memasukkan Alquran 30 juz ke saku Anda. Sedangkan kami yang Allah beri kelebihan tuna netra ini, begitu sulit mendapatkan Alquran dan amat berat untuk membawanya ke mana-mana. Sebab 30 juz Alquran, bagi kami adalah sama dengan membawa beban 30 kg!”

Allahu Akbar… Kami semua terperanjat dengan kalimat yang ia tuturkan. Namun, kami bangga memiliki saudara seperti mereka yang dalam keterbatasan pun masih gemar untuk tilawah, tadabbur dan mengamalkan Alquran.

Maka kami pun semua berdiri dan maju ke depan, mengumpulkan dana terbaik yang kami punya agar mereka saudara kami penyandang tuna netra dapat memiliki Alquran!

Ayo sobat…, semoga kisah ini jadi inspirasimu untuk bisa akrab dan rajin tilawah Alquran. Apalagi di bulan Ramadhan ini merupakan waktu yang paling tepat untuk meningkatkannya.

Wassalam,
Bobby Herwibowo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *