Kabar Kauny

Sebab Manusia Berbuat Dosa dan Kesalahan

Pada hakikatnya manusia terlahir dalam kondisi fitrah (suci). Ia tidak membawa dosa keturunan, meski ia terlahir dari hubungan haram kedua orang tua. Amat adil hikmah Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia yang baru terlahir ke dunia tanpa membawa beban dosa. Sebab bukanlah bijak namanya, bila Dia subhanahu wa ta’ala menghukum seorang hamba atas kesalahan yang tidak pernah dilakukannya.

Prinsip di atas ini sungguh telah ditegaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al Baqarah: 286)

Adapun manusia dapat terjerembab ke dalam perangkap dosa yang kemudian akan menyeretnya dalam siksa Tuhan adalah disebabkan oleh hal-hal berikut:

1. Manusia lupa kepada Allah; hal ini bahkan dapat membuat ia lupa dan hilang kontrol terhadap kemuliaan diri.

2. Al Jahl (ketidaktahuan) terhadap perbuatan dosa; membuat manusia menganggap remeh setiap tindakan maksiat yang dilakukannya.

3. Meremehkan agama; sehingga membuat orientasi hidup manusia menjadi bias dan melupakannya untuk senantiasa berada pada jalan hidup yang benar.

4. Pengaruh lingkungan yang buruk; akan menyeret manusia yang tidak memiliki pedoman dan prinsip hidup yang kuat.

5. Tidak sayang pada diri sendiri; sehingga dapat menjerumuskannya pada kehancuran. Ingkar kepada agama; membuat orientasi hidup manusia menjadi bias dan tersesat. Sesungguhnya agamalah yang dapat menuntun hidup manusia ke jalan yang benar.

6. Mengikuti jejak setan; sehingga ia tersesat dan jauh dari jalan Allah subhanahu wa ta’ala

7. Cinta dunia; membawa manusia buta akan kebenaran

Ketujuh hal ini dapat membuat manusia terjerembab dalam kubangan dosa dan kemaksiatan. Semakin ia mendekat kepadanya, maka akan semakin dalam ia masuk dalam jurang kenistaan. Sebaliknya, bila ia semakin menjauh maka kemenangan dan kebahagiaan akan ia rasakan.

Wassalam,
Bobby Herwibowo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *