Kabar Kauny

Makna Taubat

Sebuah makna kata yang indah dalam Islam dituliskan, ia bermakna kepulangan, kembalinya seseorang yang dirindukan, penyesalan dan pengharapan. Kata itu adalah taubat.

Taubat adalah sebuah hasil pengembaraan sia-sia yang pernah dilakukan oleh seorang manusia hingga membuat tubuhnya letih, lelah dan lemah. Sejurus kemudian ia sadari bahwa usaha yang telah ia lalui telah menjumpai kekeliruan. Jalan yang ditelusuri berbuah ketersesatan. Karenanya, dengan segenap asa yang masih ia miliki ia bertaubat, kembali pada jalan yang diridhai. Sehingga datangnya diri berbuah harapan dan membawa senyuman. Itulah makna singkat dari taubat.

Taubat berasal dari kata dalam bahasa Arab taaba – yatuubu – taubatan yang berarti kembali. Dia memiliki kesamaan arti dengan kata lain dalam bahasa Arab, raja’a-yarji’u-raj’an atau anaaba-yanuubu-inaabatan. Kesemua kata di atas sama memiliki arti ‘kembali’. Kembali yang dimaksud di sini tiada lain adalah kembali atau datangnya lagi seorang hamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Taubat adalah sebuah proses kembalinya seorang hamba. Ia kembali dari perbuatan maksiat menjadi taat. Kembali dari ingkar menjadi tunduk. Kembali dari kekufuran menjadi syukur.

Dalam sebuah hadits, taubat juga berartikan penyesalan atau an nadam. Dia adalah sebuah penyesalan yang muncul dari kekeliruan yang pernah dilakukan oleh manusia. Telah ia sesali rupanya bahwa bermain api akan terbakar. Bermain pisau akan terpotong. Bermain celaka akan binasa. Semua hal negatif yang telah ia lakukan, segalanya membawa penyesalan. Sebab itu, ia pun ingin memperbaiki keadaan. Dari penyesalan menuju pengharapan. Proses ini pun dinamakan ‘taubat’.

Baginda Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam pernah ditanya suatu hal oleh Abu Bakar radhiyallahu anhu yang menjadi sahabat karibnya. Sebagai manusia, tentu Abu Bakar radhiyallahu anhu memiliki dosa dan kesalahan. Meskipun kita tahu, bahwa dia bukanlah manusia biasa. Dia adalah seorang sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam yang telah dijamin surga oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.

Abu Bakar bertanya kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, “Wahai Rasul, ajarkan aku sebuah doa yang bermanfaat untukku!” Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam pun membacakan doa berikut untuknya sebagai jawaban:

رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيْئَتِي وَجَهْلِي وَإسْرَافِي فِي أمْرِي كُلِّهِ وَما أنْتَ أعْلَمُ بِهِ مِنِّي, اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أخَّرْتُ وَمَا أسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ, أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

“Ya Allah ampunilah dosa-dosaku, ketidak-tahuanku, semua perbuatan burukku dan kesalahan lain yang lebih Engkau ketahui. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, dosa-dosa yang sengaja aku perbuat atau tidak disengaja. Engkau Yang Pertama dan Engkau Yang Terakhir, dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR. Bukhari & Muslim)

Coba resapi makna doa tersebut di atas! Bayangkan kelembutan jiwa orang yang mengucapkannya, serta kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala, At Tawwab, Sang Penerima taubat hamba-Nya. Nuansa pengharapan dan kebahagiaan akan tumbuh dalam lubuk hati sang hamba yang membacanya seraya bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan Allah subhanahu wa ta’ala pun akan menerimanya kembali dengan segala rahmat dan ampunannya. Hingga membuat diri sang hamba menjadi putih kembali dari segala dosa. Dan ia dapat kembali seperti sediakala! Subhanallah….

Wassalam,

Bobby Herwibowo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *