Kabar Kauny

Kekuasaan Allah

Bagi manusia tidak semuanya mudah. Tidak semua perkara semudah membalikkan telapak tangan. Tidak ada istilah sim salabim atau abracadabra bagi manusia. Tapi bagi Allah, semuanya menjadi mungkin. Segala yang menurut akal manusia tidak mungkin, menjadi mungkin bagi Allah.

 

Rasulullah pernah di Isra’ dan Mi’raj kan oleh Allah. Di Isra’kan dari Mekkah ke Baitul Maqdis di Palestina. Suatu perjalanan yang amat jauh. Namun dapat ditempuh dalam waktu yang sangat singkat. Sesuatu yang sulit untuk diterima masyarakat saat itu.

 

Apalagi ketika Rasulullah di Mi’raj kan ke langit. Semakin sulit saja masyarakat saat itu menerimanya. Tetapi sesuatu yang sulit dijangkau akal manusia, ternyata mudah bagi Allah.

 

Para pembaca mungkin, masih ingat kisah perang Badar Al-Kubra. Saat itu pasukan kaum muslimin hanya terdiri dari tiga ratusan orang. Sementara pihak lawan berjumlah tiga kali lipatnya.

 

Menurut hitung-hitungan manusia, kaum muslimin akan kalah perang melawan pasukan kafir Quraisy. Siapa yang menyangka bahwa kaum muslimin akan menang dari kafir Quraisy? Tapi, kalau kekuasaan Allah ikut campur, semuanya menjadi mungkin.

Banyak peristiwa yang terjadi di sekitar. Kasus banjir bandang, kecelakaan, tanah longsor, gempa yang banyak memakan korban. Tapi dengan kekuasaan Allah, ada pula yang selamat. Padahal menurut perhitungan logika, tidak ada yang selamat.

 

Semua ruh berangkat bersama dalam satu rombongan. Tapi ternyata ada saja ruh yang masih betah menemani tubuhnya. Itulah kekuasaan Allah. Tinggal mengucapkan Kun Fa Yakun. Jadi! Maka jadilah!

 

Allah berfirman, “Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.” (QS Yaasiin (36):82)

 

Kekuasaan Allah teramat luas dan mencakup segala sesuatu. Penciptaan langit dan bumi, silih berganti siang dan malam. Allah berfirman, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS Ali Imran (3):190)

 

Cobalah para pembaca sekalian, menjelang  tidur bacalah ayat berikut ini, “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.”  (QS Az-Zumar (39):42)

 

Setiap kita membaca ayat Allah, tentu akan geleng-geleng kepala melihat kekuasaan Allah yang begitu luas,

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS Al-An’aam (6):59)

 

Kekuasaan Allah tidak sebanding dengan kekuasaan manusia yang terbatas. Seluas apa pun pengaruh kekuasaan seorang penguasa hendaklah tidak membuat dirinya tinggi hati. Hendaknya sadar diri bahwa kekuasaan Allah itu begitu luas, bahkan teramat luas.

 

Masihkah kita ingin tinggi hati ???

 

Masya allahu laa quwwata illaabillaah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *