Inspirasi Kauny

Hiasi Rumahmu, Sobat.

Seorang bunda sore itu menemani dua orang putranya mengulang hafalan Alquran. Si sulung bersemangat karena ia menguasai semua surat yang dihafal. Tidak lebih dari 15 menit, ia berhasil mengulang hafalan semua surat yang diminta oleh bundanya.

Kini giliran putra keduanya yang bernama Hamdan berusia 6 tahun. Saat maju ke depan bunda, Hamdan terlihat ragu. Sepertinya ia lebih suka bermain daripada harus mengulang hafalan Alquran yang membosankan baginya.

Betul saja! Saat sang bunda meminta ia mengulang surat Al Bayyinah, ia merengek sambil berkata, “Itu susah, Bunda!” Namun, sang bunda bersikeras meminta Hamdan membacanya. Karena Hamdan pada awalnya tak menyukai surat itu, maka di ayat ke enam dan ke tujuh ia melulu salah. Tertukar antara ‘Syarrul Bariyyah dan Khairul Bariyyah.’

Berulang kali diberitahu, tetapi Hamdan tetap juga salah. Hingga sang bunda meninggikan suara meminta agar Hamdan konsentrasi, namun yang terjadi malah Hamdan ngambek. Ia bilang gak suka Alquran dan gak mau menghafal Alquran!!!

Sang bunda kaget. Ia beristighfar melihat reaksi anaknya. Sambil menatap dengan mimik serius sang bunda berkata, “Ya Allah, anakku… Alquran ini penolong kita. Kalau kamu hafal Alquran, kamu bisa menolong dirimu, menolong ayah dan bunda di akhirat kelak!”

Namun Hamdan masuk kamar seolah tidak mendengar perkataan bunda. Sang bunda pun turut kesal. Malam itu bunda tidak menegur Hamdan hingga ia terlelap tidur. Saat ayah kembali ke rumah, maka bunda menceritakan peristiwa tadi. Sang ayah menyarankan agar anak tidak dipaksa menghafal Alquran. Biarlah Alquran dihafal dengan cinta dan antusias. Maka bunda pun memahami maksud sang ayah.

Tak disangka, saat semua orang di rumah itu tertidur, tiba-tiba pintu kamar ayah – bunda terbuka. Mereka berdua masih tertidur, namun sang bunda terjaga saat bahunya digerakkan oleh seseorang. Terlihat Hamdan baru saja menangis sebab beberapa bulir air mata menetes di pipinya.

“Ada apa, Hamdan?” tanya sang bunda sambil mengusap kepalanya. Hamdan belum menjawab pertanyaan bunda. Ia malah merangkul bunda dengan pelukan erat.

“Kamu mimpi buruk, ya?” tanya bunda sekali lagi. Hamdan masih memeluk bunda bahkan ia menangis dengan suara yang tidak terdengar oleh telinga bunda dan ayah.

Berkali-kali akhirnya Hamdan pun berkata, “Tadi Hamdan mimpi, Hamdan dimasukkan ke alam neraka. Bunda dan ayah juga ikut masuk neraka. Hamdan dengar suara yang seram berkata bahwa Hamdan masuk neraka sebab malas menghafal Alquran! Bunda, Hamdan janji gak malas menghafal Alquran lagi. Hamdan mau hafalkan seluruh Alquran biar kita semua sekeluarga gak masuk neraka. Hamdan takut!!!”

Mengertilah sang bunda penyebab buah hatinya terbangun dari tidur dan menangis. Maka sang bunda dan ayah pun memeluk Hamdan untuk menenangkan. Saat kembali tenang, lalu Hamdan pun masuk ke kamar dan kembali tidur. Kini sang ayah dan bunda di dalam kamar berpelukan. Mereka berdua bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala menitipkan Alquran di hati dan pikiran mereka.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu yang berkata bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Seseorang yang tidak ada Alquran dalam dirinya maka seperti rumah usang tua yang rusak.” (HR. Tirmidzi)
(Seperti yang disaksikan oleh seorang sahabat. Semoga rumah kita semua berhias Alquran seperti miliknya. Aamiin)

Wasalam,
Ust. Bobby Herwibowo, Lc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *