Inspirasi Kauny

Elegi Pagi

“Alhamdulillah, Indah dapat kiriman uang dari bundanya,” ujar Umi Ismy berbinar.

“Hah? Yang benar, Ummi? Berapa?”

“200 ribu.”

….. Hening.

Saya yang mendengar celoteh riuh pagi itu mendadak heran dengan keheningan seketika yang menyergap. Kedua mata saya mencari tahu. Sayup lirih telinga saya mendengar suara isak. Sedetik kemudian, tahulah saya, Indah sedang menekuk kepalanya dengan kerudung lebarnya terlekat basah di matanya, bahunya berguncang.

“Kok, menangis?” Ummi menyelidik heran.

“Iya, Mama tuh suka gitu, Mi. Kirim uang padahal dia kan nggak punya uang, suka maksain diri….”

Oh so sweet…. Mendadak beberapa santri yang lain berkaca-kaca, baper.

“Kok, Ummi nangis juga?”

“Iya, Ummi baper, kayak pantat bayi, sensitif.”

“Ayo kita saling menguatkan!”

Mereka pun berpegangan tangan dan kembali ceria menghafal Alquran bersama-sama.

Ah …, saya jadi baper juga, teringat saya ba’da subuh tadi, Indah, Melinda Dwi Putri tepatnya, santriwati yatim berumur 15 tahunan yang bercita-cita menjadi dokter itu terisak ketika memimpin doa pagi.

Tepat ketika mendoakan orang tuanya ia mulai sesenggukan. Remaja yang jauh-jauh datang dari Pulau Bangka untuk menghafal Alquran di Askar Kauny Bojonggede Bogor ini mungkin sedang menerawang jauh ketika lantunan doa ini terpanjatkan dari lisannya …

“Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiim ..
Engkau perintahkan kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu
Engkau pula yang perintahkan kami untuk taat dan berterima kasih pada orang tua kami

Ya Allah,
Kami sampaikan doa ini, ampuni doa kedua orang tua kami,
Sayangilah mereka, kami di sini jauh dari mereka,
Kami tidak dapat mendampingi mereka, lindungi mereka ya Allah,
Jika saat ini mereka dalam kesulitan angkat kesulitan mereka,
Ganti dengan kemudahan.

Jika saat ini mereka sedang sakit, angkat penyakit mereka,
Ganti dengan kesembuhan dan kesembuhan.”

Wassalam,

TheDeskOfHilal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *