Kabar Kauny

Ayo Cuti

Banyak orang di akhir Ramadhan ambil cuti dari kantor untuk mudik ke kampung halaman, dan itu adalah baik.

 

Kali ini saya akan mengajak Anda cuti kerja untuk alasan yang jauh lebih baik. Apa itu? Cuti untuk i’tikaf akhir Ramadhan.

 

Rasulullah Shalallahu alaihi Wassalam mengajarkan ini kepada kita umatnya lewat sunnahnya,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya, kemudian isteri-isteri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau.” (HR.  Bukhori)

 

Apakah manfaat i’tikaf di akhir Ramadhan?

 

  1. Karena itu adalah sunah Rasulullah
  2. Sarana tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah
  3. Menggapai Lailatul Qadr, di mana ibadah di malam mulia itu lebih baik dari ibadah seribu bulan.
  4. Momentum untuk introspeksi dan kontemplasi
  5. Menanamkan nilai taqwa pada diri dan keluarga
  6. I’tikaf di masjid akan membuat Anda terbiasa shalat berjamaah dan di awal waktu
  7. Membuat diri semakin jauh dari perbuatan dosa dan maksiat
  8. Meninggalkan sejenak hiruk – pikuk dunia menuju ketenangan dan kekhusyukan ibadah
  9. Mengisi waktu akhir Ramadhan dengan ibadah maksimal dan di tempat mulia.

 

Banyak lagi manfaat lain dari i’tikaf Ramadhan di masjid. Namun saya ingin Anda mengambil keputusan sekarang untuk cuti di akhir Ramadhan karena satu alasan,  yaitu berapa dari usiamu yang Anda gunakan untuk ibadah kepada Allah?

 

Kalau pertanyaan yang sama diajukan kepada saya, mungkin 1 tahun pun belum ada dari 40 tahun yang sudah Allah berikan.

 

Namun jika Anda i’tikaf di akhir Ramadhan dan Anda termasuk dari mereka yang Allah beri kemuliaan berjumpa dengan Lailatul Qadr, maka itu adalah lebih baik dari ibadah 1000 bulan yang artinya adalah lebih dari 83 tahun.

 

Dan fakta ini akan menarik hanya bagi orang-orang yang berpikir!

 

Maka sobatku, ambillah cuti untuk i’tikaf di Ramadhan kali ini!

 

Wassalam,

Bobby Herwibowo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *